Timbangan Ajaib Negeri Awan
Oleh: Tethy Ezokanzo
24/8/2025
Di sebuah kota di atas awan, hiduplah seekor naga kecil bernama Pip. Setiap naga memiliki sebuah timbangan ajaib untuk menimbang perbuatan baik mereka. Semakin berat timbangannya, semakin tinggi jabatan mereka.
Suatu hari, Pip dan temannya, Tiko, sedang menimbang perbuatan mereka.
Tiko menaruh semua perbuatannya di timbangan. "Aku sudah melatih terbang seharian dan rajin belajar setiap malam. Timbanganku pasti akan sangat berat!" kata Tiko bangga.
Timbangannya bergetar dan berbunyi, "Tiiingg... lumayan berat!"
Giliran Pip. Pip bingung, karena ia hanya melakukan hal-hal kecil. Ia tidak belajar seharian. Ia hanya membantu seekor kumbang tua yang tersesat dan memberikan cangkir hangat untuk naga salju yang kedinginan.
Dengan ragu, Pip meletakkan semua perbuatan kecilnya di timbangan.
"Duuuug!"
Timbangan Pip langsung turun ke bawah dengan suara keras. Lebih berat daripada timbangan Tiko! Bahkan, saking beratnya, timbangan itu sampai miring.
Tiko terkejut. "Kok bisa, Pip? Apa rahasiamu?"
Pip menggelengkan kepala. Ia juga tidak tahu. Tiba-tiba, Topi Keajaiban yang dipakai Pip berkedip dan bersuara, "Aku tahu rahasianya! Perbuatan-perbuatan baikmu tidak akan seberat itu kalau tanpa hati yang tulus!"
Topi itu pun menjelaskan. "Saat kamu membantu kumbang, kamu melakukannya dengan senyum tulus. Saat kamu memberikan cangkir pada naga salju, kamu melakukannya dengan hati yang gembira. Hati tulus itu seperti sebuah pemberat rahasia! Ia membuat setiap kebaikan, sekecil apa pun, jadi jauh lebih berat dan bernilai!"
Tiko terperangah. Ia sadar, meski ia sudah belajar seharian, ia melakukannya dengan sedikit rasa terpaksa, bukan dari hati yang tulus.
Sejak saat itu, Tiko dan Pip tidak lagi berlomba-lomba mengumpulkan perbuatan baik yang besar. Mereka belajar bahwa hati tulus adalah kunci.
— Tamat —