Di Negeri Pelangi Awan, semua awan punya tugas masing-masing. Ada awan hujan, awan petir, awan salju, bahkan awan pelangi.
Tapi hanya satu awan yang berbeda.
Namanya Ollo. Ia awan kecil, bundar, dan sangat pemalu.
Setiap pagi, awan-awan latihan mengumpu;kan air untuk membuat hujan. Tapi Ollo selalu sembunyi di balik bukit awan.
"Aku nggak mau membuat hujan... nanti manusia di bawah marah karena basah," gumam Ollo, pelan.
Teman-temannya hanya bisa saling pandang. Ollo memang selalu takut membuat salah.
Suatu sore, datanglah Kaya, peri kecil penjaga warna. Sayapnya berkilau seperti pelangi sore hari.
"Ollo, kenapa kamu sembunyi lagi?" Peri Kaya mendarat di atas kepala Ollo.
"Aku takut... hujan bikin orang berlari, Mereka terlihat sedih. Aku tidak ingin membuat siapa pun sedih," jawab Ollo, lirih.
Kaya tersenyum lembut.
"Tidak semua hujan membuat orang sedih, Ollo. Ada hujan yang menumbuhkan bunga. Ada hujan yang membuat petani tersenyum. Ada hujan yang membawa pelangi."
Ollo mengerutkan ujung tubuhnya. "Benarkah?"
"Kalau kamu mau, aku tunjukkan," kata Kaya sambil menggenggam tangan kecil Ollo.
Mereka turun perlahan ke bumi. Hari itu bumi kering-tanah retak, daun menunduk kehausan.
Lalu dari kejauhan, seorang anak kecil memandang langit sambil berdoa, "Tolong turunkan hujan... bunga-bungaku hampir mati."
Ollo terdiam. Hatinya terasa hangat-aneh, nyaman.
"Lihat!" bisik Kaya. "Kadang yang kamu takuti justru sesuatu yang bisa membawa kebaikan."
Perlahan, Ollo mengumpulkan keberaniannya, ia menarik napas panjang-walau awan sebenarnya tak punya paru-paru-dan mulai mengumpulkan titik-titik air.
Rintik pertama jatuh.
Lalu menyusul rintik kedua.
Dan dalam beberapa detik-hujan lembut turun.
Anak kecil tadi melompat kegirangan. "Terima kasih, hujan! Terima kasih!"
Bunga-bunga mulai mengangkat kepalanya. Tanah yang kering kembali hidup.
Di atas langit, Ollo mengembang lebih besar dari sebelumnya. Ia bersinar lembut.
"Aku... berhasil?" tanya Ollo dengan mata berkilat.
"Lebih dari berhasil," jawab Kaya. "Kau membuat dunia tersenyum."
Saat hujan berhenti, warna-warna di udara perlahan muncul... membentuk sebuah pelangi besar.
"Lihat, Ollo. Itu hadiah dari keberanianmu."
Ollo tersenyum untuk pertama kalinya. Sejak hari itu, ia tidak lagi bersembunyi. Ia menjadi awan favorit anak-anak di bumi.
Dan setiap kali ada pelangi, mereka tahu...
Ollo si awan kecil yang pemalu baru saja membantu bumi lagi.
**
