Pensil Butut
Oleh: Ayu Wardati
Lihatlah diriku
Warnanya sudah tidak lagi bagus
Ukuranku pendek
Karena seringnya diserut
Hanya di kotak pensil ini
Aku bisa tenang meringkuk
Oh tidak!
Tangan mungil itu mengambilku, lagi
Aaaaa mau dibawa kemana aku sekarang?
Baiklah sudah cukup istirahatnya
Saatnya berpetualang
Tangannya meliuk di kertas warna
Kali ini pesawat terbang yang digambarnya
Hei lihat!
Di bawah pesawat ada bukit indah yang menenangkan
Satu buku penuh sketsa
Aku melirik pada crayon yang di sana
Sekarang giliranmu!
Dan aku masih di sini
Memandang lukisan dari sudut meja
Butut memang
Yang penting prestasi gemilang
Lelah memang
Tapi aku suka!
Tidak lelah
Tidak menantang!
Hmm besok, dia mau gambar apa lagi, ya?!