Kerajaan Mie
Di sudut dapur, ada kerajaan yang
terbuat dari mie kering.
Rajanya memakai jubah panjang beraroma bawang.
"Aku Sang Penguasa Rasa," serunya.
Setiap pagi, pasukan garpu dan sendok
berbaris rapi di piring keramik,
menanti komando,
"katakan pada rakyat, habiskan kuah! Kunyah telurnya!"
Aku adalah rakyat yang baik dan budiman.
Kulaksanakan komando sepenuh hati.
Kulihat Ibu menyelinap diam-diam
meletakkan bom wortel dan bayam—taktik licik!
Namun aku tak mudah menyerah.
Dengan jurus aduk sakti
dan siasat kecap asin
semua musnah... nyam-nyam!
Kini istana punya undang-undang baru.
Undang-undang Satu Hari Mie, Dua Hari Ubi.
"Kok Ubi sih?" Keluh rakyat—termasuk aku.
Aku pun berontak.
(Kibar bendera di menara bergambar Mie Emas.)