MERDEKA!
Aku ingin hidup merdeka.
Bebas dari PR Matematika yang sulitnya minta ampun.
Merdeka dari sayur pahit di piring,
dan dari tugas membereskan mainan.
Hari ini, di upacara 17-an,
Kakiku pegal, mata silau, kerongkongan kering.
Ah, panasnya! Kapan selesainya?
Lalu kudengar suara sirine berbunyi…
"itu tanda detik-detik proklamasi!"
Aku langsung tersadar,
Dulu pahlawan berjuang tanpa AC,
Tanpa es krim, tanpa gawai—bahkan PR mereka lebih berat.
Hari ini harus usir penjajah.
Besok ada ujian tembak-menembak, taruhan nyawa.
Aku jadi malu sendiri.
Mulai besok, aku jadi anak merdeka,
yang tetap makan sayur (meski dikunyah sambil merengut).
Rapikan mainan (kalau tidak, nanti hilang).
Berusaha belajar matematika—biar bisa hitung diskonan es krim pas 17-an!
Merdekaaaa!
Merdeka!
Dipublikasikan 12 hari yang lalu