Siang itu, hujan turun sangat deras. Langit berubah gelap. Tetesan air dari awan mengguyur rumah Prilly.
Prilly menggambar pada embun di kaca jendela kamarnya dengan jari. Gambar matahari yang bersinar, dan bulan yang tersenyum.
Tiba-tiba, ada sesuatu yang menarik perhatian Prilly. Diluar, tampak seekor induk tikus yang sedang berlari. Di mulutnya ada bayi tikus mungil yang berayun-ayun. Dia bersembunyi di balik pot.
Apa yang terjadi? Prilly penasaran. Dia segera mengambil mantel hujan hendak memeriksa.
Prilly memakai mantel kuning dan tak lupa sepatu boot kuningnya.
Prilly menuju pot bunga mawar tempat induk tikus tadi terlihat. Prilly terkejut, di balik pot ada dua anak tikus yang tergeletak lemas. Induk mereka tidak ada.
Kemana induk tikus pergi?
Prilly teringat saat menggambar bulan dan matahari. Induk tikus berlari dari arah tanaman rambat di pagar. Prilly melangkah kesana.
Disana sangat becek. Air hujan menggenang menutupi tanah. Tanda air selokan sudah meluap.
Apa induk tikus bersembunyi disini? Prilly mengintip dari balik tanaman rambat. Disana ada capung yang berteduh di balik daun. Sayapnya basah kuyup. Prilly kembali mencari.
Apa induk tikus memanjat pohon mangga? Prilly mendongak. Tampak buah mangga yang ada bekas gigitan. Di sebelahnya seekor kelelawar sedang tidur terbalik. Sepertinya kelelawar itu kedinginan. Dia merangkul erat tubuhnya sendiri.
Prilly kembali mencari. Dimanakah rumah tikus? Prilly teringat, tikus hidup di lubang dalam tanah. Artinya rumah tikus sekarang sudah tenggelam.
Prilly menunduk, tiba-tiba induk tikus muncul dari balik genangan air. Dia membawa bayi yang masih merah.
Kasihan sekali, rumah tikus terisi penuh air.
Prilly keluar melihat keadaan. Air selokan tumpah ke pinggir. Ada sampah yang menghambat jalannya air.
Prilly mengambil galah. Dia mengangkat sampah plastik yang menumpuk di alat saringan sampah.
Dalam sekejap, air langsung mengalir lancar.
“Yeeyy.. sebentar lagi air di rumah tikus akan surut!”
Prilly senang, telah membantu induk tikus agar bisa segera kembali ke rumahnya.
Cerita ini ditulis untuk event cerita anak bersama Garuda Media (tidak terbit).
