Pagi itu, penjual risol membuka lemari pendingin. Bersiap menggoreng risol- risol buatannya. Ia mengambil spatula, memanaskan minyak, lalu berkata, “Baiklah, pertama-tama, mari kita goreng Risol Rogut!”
Namun, saat ia membuka wadah risol, Risol Rogut lenyap!
Si penjual kaget bukan kepalang saat tahu Risol Rogut tak ada di dalam wadah. "Lho? Kemana dia?" gumam penjual risol bingung.
Di dalam lemari pendingin, Risol Mayo, Risol Bihun, dan Risol Isi Cabai ikut panik. "Rogut hilang! Ini pasti penculikan!" kata Risol Bihun. “Kita harus menyelidiki ini!” ujar Risol Mayo.
Akhirnya, mereka bertiga berubah menjadi detektif. Dengan kaca pembesar dari serpihan plastik, mereka mulai mencari petunjuk. Di sudut wadah, mereka menemukan jejak remah-remah tepung.
"Aha! Ini pasti milik penculiknya!" seru Risol Mayo. Mereka mengikuti jejak itu hingga ke pojok lemari es, dan di sanalah mereka menemukan sebuah pemandangan mengejutkan. Risol Rogut sedang diikat dengan daun bawang, sementara di sekelilingnya berdiri sekelompok risol mini!
“Kami bosan selalu jadi camilan terakhir! Kami ingin Risol Rogut jadi pemimpin kami dan mengajarkan cara jadi favorit pelanggan!” kata Risol Mini yang memimpin penculikan.
Risol Bihun pun maju. "Teman-teman, jika kalian ingin menjadi risol favorit, bukan dengan cara menculik! Kalian harus percaya diri dan tampil sebaik mungkin!" Perkataan Risol Bihun diamini Risol-Risol yang lain.
Risol Mini pun tertegun, berpikir sejenak, lalu akhirnya melepaskan Rogut. "Baiklah ... maafkan kami, ya, Rogut!" Mereka pun kembali ke wadah tepat sebelum penjual risol datang.
“Lho, kok tadi nggak ada, sekarang ada?” gumam penjual risol heran. Sementara itu, di dalam lemari es, para risol detektif tersenyum bangga. Kasus penculikan Risol Rogut berhasil mereka selesaikan!
